Friday, November 8, 2013

Shalawat adalah satu-satunya ibadah yang pasti diterima oleh Allah swt

Seorang murid bertanya kepada Syekh Ali Jumah: 
"Syekh, dalam buku Anda tertulis bahwa membaca shalawat adalah satu-satunya ibadah yang pasti diterima oleh Allah. Apakah benar demikian? mohon penjelasannya." 
Syekh Ali Jumah menjawab: 
"Ya, benar. Saya menulis demikian. Bershalawat nabi adalah amalan yang pasti diterima oleh Allah. Jika kamu bersedekah, dan kamu ingin dipuji, maka sedekahmu sia-sia. Begitu pula jika kamu shalat karena ingin diperhatikan manusia, shalatmu tanpa pahala. Tapi jika kamu bershalawat, walaupun kamu riya, kamu tetap akan mendapatkan pahala, karena shalawat berhubungan dengan Nabi Allah yang agung, yaitu Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Menjaga Hati Dalam Beramal

Rasulullah S.A.W bersabda : "Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk syurga)." (HR.Baihaqi)

Thursday, November 7, 2013

Maka ucapkanlah "Hasbiyallahu Laailaha Illa Huwa ‘Alaihi Tawakkaltu Wahuwa Rabbul ‘Arsyil ‘Aadziiim"

SULTHANU QULUB ALMAHBUB HABIBANA MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA ALLAH YARHAM berkata:

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Ayat ini diwariskan kepada kita dengan firman yang selalu kita baca setiap di awal maulid :
“FAIN TAWALLAU FAQUL HASBIYALLAAHU LAAILAHA ILLA HUWA ‘ALAIHI TAWAKKALTU WAHUWA RABBUL ‘ARSYIL ‘AADZIIIM” (Q.S. At-Taubah : 129)

Artinya: Jika Mereka Berpaling(Dari Keimanan), Maka Katakanlah, “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang Agung

Sebagaimana riwayat Al Imam Abu Daud Radiyallahu Anhu :

‘Barangsiapa di pagi hari atau di sore hari membaca HASBIYALLAAHU LAAILAHA ILLA HUWA ‘ALAIHI TAWAKKALTU WAHUWA RABBUL ‘ARSYIL ‘AADZIIIM” sebanyak 7 kali, maka Allah akan melindunginya dari apa yang dirisaukannya, apakah ia membacanya dengan kesungguhan atau tidak dengan kesungguhan” (H.R. Abu Dawud)

Dan terlebih lagi jika hadirkan makna kalimat itu di saat kita membacanya.

Wahai Allah rangkullah kami dalam kasih sayang-Mu dan jadikanlah kami hanya selalu berharap kepada-Mu, sehingga kami tidak lagi meminta dan mengharap kepada selain-MU.

Nasihat Guru Mulia: Katakan padaku wahai engkau yang mengaku cinta kepada-Nya!!!

Katakan padaku wahai engkau yang mengaku cinta kepada-Nya!!! Berapa kali kau sibuk mengingat-Nya hingga membuatmu lupa akan selain-Nya? Katakan padaku. Kapan kau merasakan kecintaan yang terukir didalam lubuk hatimu hingga membuatmu jauh dari tidur? Kapankah ini bisa terwujud? Adapun orang-orang yang sebelum kamu yang penuh kecintaan di hati mereka, seperti itulah .. Tidur-pun terbang menjauh dari mata mereka dikarenakan kecintaan yang berada di hati mereka, maka jangan pernah membenarkan pengakuan dirimu, yang mengatakan Aku cinta, Aku cinta. Bukankah cinta memiliki suatu tanda dan ciri? Tidak akan menggapainya orang yang tidur di kegelapan malam Dalam Hadist Qudsi Allah berfirman, Dusta, seorang yang mengaku cinta kepada-Ku, sedangkan pada tengah malam ia tidur pulas dan melupakan-Ku. Bukankah sang pencinta selalu ingin berduaan dengan kekasihnya? 

-Al Musnid Al Ariefbillah Al Habib Umar Bin Hafidz BSA-

Contoh Akhlak Sheikh Mutawalli Sya'rawi yang Menghukum Diri Sendiri kerana Dosa di Hati

Suatu ketika Fadhilah Sheikh Sya'rawi semasa hayatnya memberi kuliah di suatu tempat. Setelah selesai kuliah beliau dijemput pulang oleh pemandu peribadinya.

Sampai di suatu selekoh, Fadhilah Sheikh Sya'rawi menyuruh pemandunya berhenti. Beliau singgah sebentar di sebuah masjid terpencil. Pemandunya pun kehairanan kerana ketika itu bukan waktu solat.

Oleh kerana lama menunggu Sheikh keluar dari masjid, pemandu tadi pergi menjenguk kerana bimbang sesuatu yang buruk berlaku kepada Tuan Sheikh. Pemandu tadi puas mencari di dalam masjid tetapi tidak menjumpai Tuan Sheikh. Lalu ia pegi mencarinya di bilik air.

Pemandu itu melihat tuan Sheikh sedang mencuci tandas. Pemandu itu cuba membantunya akan tetapi Sheikh melarangnya. Setelah selesai, pemandu itu bertanya : Kenapa tuan bersusah payah membersihkan bilik air. Nanti adalah penjaga masjid ini yang akan membersihkannya.

Jawab Tuan Sheikh Sya'rawi : "Sewaktu aku memberi kuliah tadi, terselit dalam hatiku rasa ujub dan bangga diri. Maka aku ingin membuatnya terhina dan merendah diri".

Info : Syeikh Mutawalli Asy Sya'rowy adalah Ulamak al Azhar, pakar dalam bidang tafsir dan juga feqh perbandingan.

29 Dzul Hijjah, Ayah Guru Mulia diculik dan Ma'had Darul Musthofa berdiri

Seperti hari ini, pada tanggal 29 dzul hijjah tahun 1392 di sembunyikannya (diculik oleh tentara komunis saat akan menunaikan sholat Jum'at) seorang ulama' as-syahid alhabib muhammad bin salim bin hafidz (ayah Guru Mulia) agar suara da'wah diam terhenti dan ilmu serta agama redup, 
dan juga seperti hari ini, pada tanggal 29 dzul hijjah 1417, Allah swt menghendaki di bukanya pondok pesantren darul musthofa di tareem untuk tegaknya cahaya ilmu agar memberikan kemanfaatan bagi ummat dan para pencari ilmu datang dari berbagai negara. Sebagaimana Allah berfirman : ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون Allah menunjukkan atas seluruh agama sekalipun orang-orang musyrik tidak menyukainya
-al Musnid al Hafidz al Habib Umar bin Hafidz-

Nasihat Syeikh Nuruddin Marbu Al Makki Al Banjari

"Barangsiapa yang mengeluarkan suatu hukum tanpa ilmu, seumpama dia telah mencampakkan dirinya ke dalam api neraka”

-Tuan Guru Syeikh Nuruddin-