Saturday, December 7, 2013

Bagaimana kita memandang kpd orang yg berbuat maksiat

"JGN MEMANDANG SEBELAH MATA ORG YG BERBUAT MAKSIAT. JGN MERASA KITA LEBIH BERMARTABAT DIBANDINGKAN DGN MEREKA. KITA CELA PERBUATAN MAKSIAT MEREKA, BUKAN ORANGNYA. MEREKA TIDAK BOLEH KITA ANGGAP RENDAH DAN TERCELA, KITA JUGA TIDAK BOLEH SOMBONG KPD MEREKA. BOLEH JADI, SUATU MALAM IA DILIHAT ALLAH, LALU MENJADI SEORANG WALI YG DICINTAI ALLAH. SEMENTARA AMALMU YG TIDAK SEBERAPA, KERANA ENGKAU SOMBONGKAN, DIHAPUS ALLAH DAN ENGKAU JADI TAK PUNYA APA-APA. BAHKAN, BOLEH JADI IMANMU DICABUT, DAN ENGKAU TIDAK DITERIMA LAGI UNTUK MENGHADAP-NYA."
NAU'ZUBILLAH MIN ZALIK.

-HABIB ALI ALJUFRI-

Belajar Adab dari Imam Malik ra

Anak murid Imam Malik mengatakan: Aku belajar dengan Imam Malik selama 20 tahun..18 tahun hanya utk belajar adab dan 2 tahun utk ilmunya al Imam Malik..alangkah ruginya aku kerana tidak belajar adab dengan al Imam Malik selama 20 tahun terus kerana ilmu boleh dicari tetapi adab tidak..

Adab Imam Malik: Jika seseorang bertanya tentang sesuatu hukum..aku bisa menjawab dengan begitu saja..tetapi jika bertanyakan tentang hadisnya Nabi Muhammad saw..aku akan meminta izin kepada tetamu itu untuk mandi,memakai baju yg paling cantik,memakai wangian dan akan mula menjawab.. Itulah adab.

Zikir apa yang membantu untuk menundukkan pandangan

(HIZBUL MURAAQABAH)
Habeebna `Umar pernah ditanya:
 " Zikir apa yang membantu untuk menundukkan pandangan? "

Jawapan beliau:
 "Apa2 zikir yang membantu rasa 'hudhuur' (kebersamaan bersama ALLAH).Antaranya...." ⇨1) Zikr : الله حاضري(Allahu Haadhiri -Allah hadir bersamaku) الله شاهدي(Allah Syaahidi -Allah menyaksikanku) الله معي(Allah Ma'i -Allah bersamaku) الله ناظرإلي(Allah Naadhirun Ilayya -Allah melihatku) االله قريب مني(Allah Qariibun minni -Allah dekat denganku) P/s:Habeebna `Umar pernah sebutkan dalam pengajian subuhnya (kitab Tarbiyah Al-Awlad) bahawa zikir ini baca sebelum tidur sebanyak 11 kali untuk merasakan muraaqabatullah (rasa diperhatikan Allah).Ada kisah disebalik zikir ini.
⇨2)Doa wirid dari Rasulullah (sollahu 'alaihi wa sallam) :
 اللهم يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث و من عذابك أستجير اصلح لي شأني كله ولا تكلني إلى نفسي ولا إلىأحد من خلقك طرفة عين
Allahumma ya hayyu ya Qayyum birahmatika astaghith wa min 'azabika astajir aslih li sya'ni kullihi wala takilni ila nafsi wala ila ahadin min kholqika torfata 'ain.
⇨3)Sentiasa sibukkan fikiran kita bahawa kita ingin mempersiapkan mata kita untuk melihat wajah mulia Sayyidina Rasulullah SAW ...
Mari sama2 kita mujahadah mata kita sehinggalah Dia meredhai kita untuk melihat wajahnya Sollallaahu 'alaihi wasallam....
Ya Allah,Tundukkan mata kami dari pandangan2 yang menggelapkan hati kami.... Aameeen Allaahumma Aameeen...

[Al-Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan] Malaysia Berselawat 2013 (07/12/13) 

"Jangan menilai seseorang yang beribadah (luaran) itu tidak ikhlas kerana sesungguhnya orang tersebut sedang berusaha untuk kembali kepada-NYA. Keredhaan ALLAH SWT terletak kepada keredhaan kedua orangtua & sesetengah hamba yang dekat dengan ALLAH SWT."

[Al-Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan] Malaysia Berselawat 2013 (07/12/13) www.darulmurtadza.com

Diantara tausiah Habib Umar bin hafidz di Majlis Ta'lim Darul Murtadza Malaysia (06-12-13) 

بِسْـــــــــــــمِ اَللّهِ الرّحْمن الرّحيم

"Barangsiapa-siapa melazimkan diri utk menjaga ADAB akan diberikan taufiq oleh Allah SWT utk menjaga sunnah2. dan maka siapa yg menjaga sunnah2, akan diberikan taufiq oleh Allah SWT utk menjaga kewajiban2 yg diwajibkan oleh Allah SWT, dan maka siapa yg menjaga kewajiban, maka akan dianugerahkn oleh Allah SWT mati dlm keadaan husnul Khotimah."

آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ آمــــــــين يَا مُجِيبَ ا لسَّائِلِينْ وَ الـلَّــــهُ اَعْــلَـــمْ بِالصَّــــوَابِ بَارَكَ اللّهُ 

keadaan wanita-wanita muslimat indonesia

Alhabib Umar Bin Hafidz :
Dahulu orang-orang kafir di Indonesia menutup aurat mereka karena malu dengan wanita-wanita muslimat dan karena haibah (keagungan) agama. Sekarang justru wanita-wanita muslimat yang ber tabarruj (memamerkan kecantikan).

Wahai Allah SWT yang Maha Penolong, tolonglah kami! Wahai Allah SWT yang Maha Perubah Keadaan, rubahlah keadaan kami menjadi lebih baik!

Ajaklah anak-anak kalian, laki-laki dan perempuan, kepada kebaikan dan menuntut ilmu yang bermanfaat. Kalian akan menghadap Allah SWT dengan wajah seperti apa jika mendukung anak kalian pergi ke Amerika! Apa yang akan mereka
pelajari di Amerika?! Seberapa besar nilai yang mereka dapatkan sepulang dari Amerika dan cahaya apa yang mereka bawa? Bahkan kadang-kadang mereka pergi tanpa muhrim!

Wahai yang tak beradab! Di padang mahsyar kalian akan diliputi kegelapan dan menyesali perbuatan (mendukung kepergian itu) sedangkan orang- orang lain berada dibawah lindungan junjungan- junjungan kita.

Oleh karena itu kirimlah anak-anak kalian ke tempat- tempat belajar agama. Sehingga iman mereka menguat dan yakin. Kirimlah anak anak perempuan kalian bersama muhrim. Seperti ke Hadramaut.

Bertakwalah kepada Allah SWT…berapa lamakah umurmu di dunia?! Siapakah yang berada di hati kalian?! Kalian telah mengagungi perbuatan, perkataan, dan ilmu-ilmu orang kafir! Sesungguhnya ilmu Rasulullah SAW (Al-Mukhtar) lebih agung!

Hidupkanlah pada diri kami Ilmu Nabi kita Rasulullah SAW yang memberi petunjuk dan jalan kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT merubah keadaan menjadi lebih baik. Dan masing-masing dari kalian menjadi qurrot‘ain (penyejuk pandangan) Sayyidah Fatimah az- Zahra dan dibangkitkan bersama beliau.

Memasuki masjid memakai sandal, dan shalat memakai sandal.

di petik dari petunjuk Habib zein Hafidzahullah.

telah di sebutkan di dalam Hadist bahwa Baginda nabi shallahu alaihi wa sallam, shalat memakai sendal, dan memasuki masjid mengenakan sandal. maka Para ulama menjawab nya perihal masalah ini, menjelaskan makna perbuatan Rasulullah shallahu alaihi wa sallam tersebut, Berkata Ahlu Ilmi. perbuatan rasulullah tersebut adalah untuk menjelaskan bahwa itu mempunyai hukum boleh di lakukan, (Berhukum jawaz), dan menjelaskan hukum Boleh (Jawaz) kepada Ummat nya adalah wajib bagi rasulullah shallahu alaihi wa sallam. sebagaimana telah di sebutkan dalam hadist bahwa rasulullah Shallahu alaihi wa sallam pernah minum berdiri dan pernah buang air kecil berdiri, perbuatan seperti ini adalah untuk menjelaskan bahwa itu boleh di lakukan, bukan berarti itu merupakan kebiasaan atau perintah Rasulullah agar di lakukan.

melainkan Yang sunnah adalah, mendorong untuk tetap di atas adab dalam memasuki masjid, dan tidak mengotorinya dengan sandal, sebab seorang muslim tentu tidak rela jika hal itu di lakukan di dalam rumah nya, atau di tempat di mana ia bertinggal, lantas bagaimana ia bisa rela jika perbuatan tersebut mereka lakukan di dalam rumah Allah ?
Bahkan Para ahli ilmu mengatakan. orang yang hendak masuk masjid dengan mengenakan sandal maka di syaratkan sandal nya harus suci, dan tentu ini sulit. bahkan di haramkan masuk kedalam masjid jika sandal nya membawa najis.

kita mendengar sebagian Orang berkata dan berdalih, bahwa Nabi saja masuk kedalam masjid dengan mengenakan sandal, dan shalat mengenakan sandal.

jawab :

sandal nya nabi itu tidak sama dengan sandal yang anda pakai.
sandal nya nabi itu suci, beliau naik ke atas langit dengan sandal nya di hadapan Allah. oleh itu sandal nya nabi penuh dengan keberkahan,
sebagaimana yang telah di katakan oleh para Ulama'

على الطُـورِ نُودي موسى أن اخلع ... ومحمد لم يُـؤمر بخلع نعاله

di atas gunung thur, musa di panggil dan di perintah untuk melepas sandal nya, sedang Nabi Muhammad (di panggil ke hadapan Allah) tidak di perintah untuk melepaskan sandal nya.

kemudian Nabi tidak melakukan nya atas inisiatif sendiri, melainkan berdasarkan petunjuk, lalau bagaimana anda hendak menyerupai dan mengikuti ? oleh itu perbuatan anda ini keliru dan perbuatan orang dungu.

adapun shalat dengan mengenakan Sandal.

Maka ketahuilah wahai kaum muslimin, bahwa hal itu di syaratkan sandal mu harus Suci, dan harus dalam keadaan darurat, seperti sangatnya panas matahari sehingga membutuhkan sandal, oleh itu tidak pernah datang dari nabi bahwa beliau senantiasa mengenakan sandal dalam shalat nya.

Ringkas nya. wahai saudara-saudaraku, semuga Allah anugerahi kalian taufik, bahwasanya, selayaknya kita memelihara adab di rumah-rumah Allah, dan di hadapan Allah, mari kita dahulukan Adab dari mengikuti hawa nafsu, jangan sampai kita masuk masjid kecuali dalam keadaan khusyu', dan adab, serta dengan pengagungan,

Allah berfirman :

ومن يعظم شعائر الله فإنها من تقوى القلوب

dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.

Orang beruntung dan bijaksana adalah orang yang bodoh hawa nafsu dan pendapatnya, demi untuk mengikuti para ulama terdahulu, mengikuti dan meneladani mereka , sebab ulama itu adalah ittiba' karena Allah dan rasul nya serta tunduk dan patuh.