Friday, November 15, 2013

GURU MULIA AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ MENDAHULUKAN MURIDNYA SEBELUM DIRI DAN KELUARGA : "ROTI"

Al-Magfurlah Al-Habib Mundzir Al-Musawa bercerita tentang Guru Mulia:
Guru Mulia selalu menyejukkan hati kami,beliaulah yang membuat hati kami tenang.
Masya Allah.....beras sulit, kami hanya dapat roti keras yang sudah membatu, tak bisa dimakan kecuali dibenamkan ke air agar lembut
Meski sulit,beliau memberikan persediaan pangan untuk kami sebelum diri dan keluarga beliau.
Kami ingat,suatu malam, ketika kami selesai memakan roti keras yang dicelup dengan kuah SONE(kuah sayur),tinggallah potongan-potongan kecil yang akan dibuang,dan datanglah putra beliau,Salim. Saat itu usiannya sekitar 5 tahun
Ia berkata:
"Ayah,apakah masih ada sisa roti dan kuah sone?kami sekeluarga belum ASYA(makan malam)"
Kami kaget.
Masya Allah!
Tidak ada makanan,itu hanya sisa potongan-potongan kecil bekas kami makan.
Salim memaksa untuk membawanya kerumah,maka dicarikan dan dipilihkanlah sisa-sisa yang masih baik,lalu dikumpulkan dan dibawa kedapur beliau
Demikian perjuangan kami yang sangat sulit,lebih lebih lagi perjuangan Guru Mulia.
Semoga cahaya sanubari beliau berpijar membimbing murid-muridnya,juga umumnya untuk seluruh kaum muslimin,dalam keluhuran dan keluhuran.

Amin

No comments:

Post a Comment