Thursday, November 7, 2013

Maka ucapkanlah "Hasbiyallahu Laailaha Illa Huwa ‘Alaihi Tawakkaltu Wahuwa Rabbul ‘Arsyil ‘Aadziiim"

SULTHANU QULUB ALMAHBUB HABIBANA MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA ALLAH YARHAM berkata:

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Ayat ini diwariskan kepada kita dengan firman yang selalu kita baca setiap di awal maulid :
“FAIN TAWALLAU FAQUL HASBIYALLAAHU LAAILAHA ILLA HUWA ‘ALAIHI TAWAKKALTU WAHUWA RABBUL ‘ARSYIL ‘AADZIIIM” (Q.S. At-Taubah : 129)

Artinya: Jika Mereka Berpaling(Dari Keimanan), Maka Katakanlah, “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang Agung

Sebagaimana riwayat Al Imam Abu Daud Radiyallahu Anhu :

‘Barangsiapa di pagi hari atau di sore hari membaca HASBIYALLAAHU LAAILAHA ILLA HUWA ‘ALAIHI TAWAKKALTU WAHUWA RABBUL ‘ARSYIL ‘AADZIIIM” sebanyak 7 kali, maka Allah akan melindunginya dari apa yang dirisaukannya, apakah ia membacanya dengan kesungguhan atau tidak dengan kesungguhan” (H.R. Abu Dawud)

Dan terlebih lagi jika hadirkan makna kalimat itu di saat kita membacanya.

Wahai Allah rangkullah kami dalam kasih sayang-Mu dan jadikanlah kami hanya selalu berharap kepada-Mu, sehingga kami tidak lagi meminta dan mengharap kepada selain-MU.

22 comments:

  1. ijin copas untuk dakwah .. assalamualaikum ..///

    ReplyDelete
  2. terimakasih sudah berbagi ilmu ...

    ReplyDelete
  3. Assalamu'alaikum saudara2 yang dikasihi..

    Saya nak sampaikan satu pembetulan..
    Hadith yang dinyatakan kan itu adalah hadith maudhu', tidak disampaikan oleh rasulullah saw.
    Sumbernya: https://sunnah.com/abudawud/43/309

    Dan boleh check di tempat2 lain...

    Ayat Quran itu tidak salah. Cuma jangan kita percaya, dan jangan disampaikan kepada yang lain hadith tersebut..

    Semoga Allah sentiasa merahmati dan sayang saudara saudari yang mencari Allah. Yang maha pengasih lagi maha penyayang.
    Wuallahua'lam.

    ReplyDelete
  4. Yg komen di atas ane...itu yg menyatakan maudu adalah albani.
    ..muhadist abal2 sekte wahabi...janganlah kamu memyatakan sesuatu tanpa ilmu dan ahlinya...skrg ini banyak orang awam yg tidak beradab kpd para alim ulama.

    ReplyDelete
  5. Ijin pak kyai saya amalkan amalannya

    ReplyDelete
  6. Kalau tidak mau mengamalkan lebih baik diam, jangan menghasut

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah sudah saya amalkan kurang lebih setahun ini... mengharap ridhonya, solusinya, dan Allahuakbar hidup lebih tenang dan penuh kemudahan serta kejutan-kejutan rezeki dari Allah. Tentunya diiringi dgn sedekah, tahajud, dan dhuha juga... kombinasi yang luar biasa

    ReplyDelete
  8. Dari Abu Hurairah radliyallahu'anhu, ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada dua kalimat yang disukai Ar Rahman, ringan di lisan dan berat di timbangan, yaitu
    سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
    (Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil a'dzim)"maha suci Allah dan segala puji bagi Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung".

    Hadis Shahih diriwayatkan Al-Bukhori (7563), Muslim (4860), At-Tirmizi (3467), Ibnu Majah (3806), Ahmad (6870)]

    ReplyDelete
  9. qabiltu yai! semoga allah ridho memberi keberkahan kepada hambami ini amin!

    ReplyDelete
  10. Bismillah semoga bermanfaat untuk kita semua amiin

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah..hati menjadi jauh lebih tenang dan terkendali terimakasih sudah berbagi

    ReplyDelete
  12. Tentang anjuran membaca ayat ini sebanyak tujuh kali pada pagi dan sore tidak memiliki dasar yang shahih.

    Imam Ibnus Sunni meriwayatkan dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah:

    حدثني أحمد بن سليمان الجرمي حدثنا أحمد بن عبد الرزاق حدثني جدي عبد الرزاق بن مسلم الدمشقي عن مدرك بن سعد عن أبي الدرداء عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: (من قال في كل يوم حين يصبح وحين يمسي: حسبي الله لا إله إلا هو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم سبع مرات، كفاه الله عز وجل ما أهمه من أمر الدنيا والآخرة)

    Telah bercerita kepadaku Ahmad bin Sulaiman Al Jarami, bercerita kepada kami Ahmad bin ‘Abdurrazzaq, bercerita kepadaku kakekku ‘Abdurrazzaq bin Muslim Ad Dimasyqi dari Mudrik bin Sa’ad, dari Abu Ad Darda’ , dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahwa Beliau bersabda:

    “Barangsiapa yang membaca pada setiap hari ketika pagi dan sore: (Hasbiyallah Laa Ilaha Illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa Rabbul ‘Arsyil ‘Azhim) tujuh kali, maka Allah akan mencukupi apa yang diinginkan dari perkara dunia dan akhirat.”

    Riwayat ini dhaif. Berkata Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr Hafizhahullah:

    وهذا الإسناد المرفوع فيه هذا الرجل الضعيف الذي خالف الثقات وهو أحمد بن عبد الرزاق

    “Isnad ini marfu’, terdapat seorang dhaif yang menyelisihi orang-orang terpercaya, dia adalah Ahmad bin Abdurrazzaq.” (Syarh Sunan Abi Daud [577], Maktabah Misykah)

    Oleh karena itu, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini munkar. (As Silsilah Adh Dhaifah No. 5287). Hadits munkar adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang yang dhaif dan berlawanan dengan orang yang tsiqat (terpercaya), sebagaimana dikatakan dalam Nuhbatul Fikar.

    Imam Abu Daud juga meriwayatkan dalam Sunannya secara mauquf, sebagai ucapan sahabat Nabi, yaitu Abu Darda’ Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

    من قال إذا أصبح وإذا أمسى: حسبي الله لا إله إلا هو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم سبع مرات كفاه الله ما أهمه؛ صادقاً كان بها أو كاذباً

    “Barangsiapa yang membaca ketika pagi dan sore: (Hasbiyallah Laa Ilaha Illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa Rabbul ‘Arsyil ‘Azhim) tujuh kali, maka Allah akan mencukupi apa yang diinginkan, baik yang dia benarkan atau yang dia dustakan.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud No. 5081)

    Namun Syaikh Al Albani telah meneliti riwayat ini sebagai riwayat maudhu’ (palsu). (Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 5081)

    Imam Ibnu ‘Asakir juga meriwayatkan dalam Tarikh Dimasyqi, dalam biografi Abdurrazzaq bin Umar, sebagai berikut:

    من رواية أبى زُرْعَة الدمشقي، عنه، عن أبي سعد مُدْرِك بن أبي سعد الفزاري، عن يونس بن ميسرة بن حليس، عن أم الدرداء، سمعت أبا الدرداء يقول: ما من عبد يقول: حسبي الله، لا إله إلا هو، عليه توكلت، وهو رب العرش العظيم، سبع مرات، صادقا كان بها أو كاذبا، إلا كفاه الله ما هَمَّه.

    Dari riwayat Abu Zur’ah Ad Dimasyqi, darinya, dari Abu Sa’ad Mudrik bin Abi Sa’ad Al Fazari, dari Yunus bin Maysarah bin Halis, dari Ummu Ad Darda’, aku mendegar Abu Ad Darda’ berkata: Tidaklah seorang hamba berkata: (Hasbiyallah Laa Ilaha Illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa Rabbul ‘Arsyil ‘Azhim) tujuh kali, baik yang dia benarkan atau yang dia dustakan, maka Allah akan mencukupi apa yang diinginkan.” (Tarikh Dimasyqi, 10/291)

    Imam Ibnu Katsir mengatakan dalam tafsirnya terhadap surat At Taubah ayat 129, khususnya ketika membahas riwayat Ibnu ‘Asakir ini: “ini (hadits) munkar.” (Tafsir Al Quran Al ’Azhim, 4/244. Darut Thayyibah)

    Kesimpulan, maka anjuran berdzikir dengan membaca surat At Taubah ayat 129 sebanyak tujuh kali setiap pagi dan sore, adalah sangat lemah. Wallahu A’lam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hadis dhaif, kalo sumbernya banyak (lebih dari 2); maka derajatnya naik menjadi Hasan.
      Itu menurut Ilmu Hadis.

      Delete
    2. Alhamdulillah benar sekali bertambah ilmu lagi makasih kakak. Abah yahya

      Delete
    3. Selama itu baik dan dr ayat Al Qur'an ya... why not? Dr pd melakukan hal yg ga baik.

      Delete
  13. Saya akan amalkan.mau hadistnya lemah atau shahih ga penting.Allah maha mendengar dan maha tau niat,ucapan dan tindakan.

    ReplyDelete
  14. Assalamu'alaikum, ana mohon ijin covas dn jg share

    ReplyDelete